BANI Newsletter

Brosur BANI

Berita & Program

Newly appointed arbitrators in BANI Arbitration Center

 

 

Tentang Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI Arbitration Center)

Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI Arbitration Center) adalah lembaga independen yang memberikan jasa beragam yang berhubungan dengan arbitrase, mediasi dan bentuk-bentuk lain dari penyelesaian sengketa di luar pengadilan.

BANI didirikan pada tahun 1977 oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) melalui SK No. SKEP/152/DPH/1977 tanggal 30 November 1977 dan dikelola serta diawasi oleh Dewan Pengurus dan Dewan Penasehat yang terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat dan sektor bisnis.

SK No. SKEP/152/DPH/1977 tanggal 30 November 1977

SK No. SKEP/154/DPH/1977 tanggal 3 Desember 1977

SK No. SKEP/091/DPH/X/1987 tanggal 8 Oktober 1987

BANI berkedudukan di Jakarta dan memiliki perwakilan di beberapa kota besar di Indonesia, yaitu Surabaya, Bandung, Medan, Denpasar, Palembang, Pontianak dan Jambi.

Dalam memberikan dukungan kelembagaan yang diperlukan untuk bertindak secara otonomi dan independen dalam penegakan hukum dan keadilan, BANI telah mengembangkan aturan dan tata cara sendiri, termasuk batasan waktu di mana Majelis Arbitrase harus memberikan putusan. Aturan ini dipergunakan dalam arbitrase domestik dan internasional yang dilaksanakan di Indonesia. Pada saat ini BANI memiliki lebih dari 100 arbiter yang berlatarbelakang dari berbagai profesi baik berkebangsaan Indonesia maupun asing.

Di Indonesia minat untuk menyelesaikan sengketa melalui arbitrase mulai meningkat sejak diundangkannya Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa (UU Arbitrase). Perkembangan ini sejalan dengan arah globalisasi, di mana penyelesaian sengketa di luar pengadilan telah menjadi pilihan pelaku bisnis untuk menyelesaikan sengketa bisnis mereka. Selain karakteristik cepat, efisien dan tuntas, arbitrase menganut prinsip win-win solution, dan tidak bertele-tele karena tidak ada lembaga banding dan kasasi. Biaya arbitrase juga lebih terukur, karena prosesnya lebih cepat. Keunggulan lain arbitrase adalah putusannya yang serta-merta (final) dan mengikat (binding), selain sifatnya yang rahasia (confidential), di mana proses persidangan dan putusan arbitrase tidak dipublikasikan.

Berdasarkan asas timbal balik putusan-putusan arbitrase asing yang melibatkan perusahaan asing dapat dilaksanakan di Indonesia, demikian pula putusan arbitrase Indonesia yang melibatkan perusahaan asing akan dapat dilaksanakan di luar negeri.

 

 

BANI didirikan untuk tujuan:

 

1. Dalam rangka turut serta dalam upaya penegakan hukum di Indonesia menyelenggarakan penyelesaian sengketa atau beda pendapat yang terjadi diberbagai sektor perdagangan, industri dan keuangan, melalui arbitrase dan bentuk-bentuk alternatif penyelesaian sengketa lainnya antara lain di bidang-bidang Korporasi, Asuransi, Lembaga Keuangan, Fabrikasi, Hak Kekayaan Intelektual, Lisensi, Franchise, Konstruksi, Pelayaran/Maritim, Lingkungan Hidup, Penginderaan Jarak Jauh, dan lain-lain dalam lingkup peraturan perundang-undangan dan kebiasaan internasional.

2. Menyediakan jasa-jasa bagi penyelenggaraan penyelesaian sengketa melalui arbitrase atau bentuk-bentuk alternatif penyelesaian sengketa lainnya, seperti negiosiasi, mediasi, konsiliasi dan pemberian pendapat yang mengikat sesuai dengan Peraturan Prosedur BANI atau peraturan prosedur lainnya yang disepakati oleh para pihak yang berkepentingan.

3. Bertindak secara otonom dan independen dalam penegakan hukum dan keadilan.

4. Menyelenggarakan pengkajian dan riset serta program-program pelatihan/pendidikan mengenai arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa.

BANI adalah salah satu pendiri dan anggota dari Asia Pacific Regional Arbitration Group (APRAG). BANI juga merupakan salah satu pendiri dari Regional Arbitrators Institutes Forum (RAIF). Selain itu, BANI merupakan anggota International Council for Commercial Arbitration (ICCA).

Dalam rangka mengembangkan Arbitrase Internasional dan berbagai bentuk Alternatif Penyelesaian Sengketa (ADR) di bidang komersial antara para pengusaha di negara-negara yang bersangkutan, BANI telah mengadakan kesepakatan kerjasama dengan berbagai lembaga di beberapa negara. Lembaga-lembaga tersebut antara lain:

• The Japan Commercial Arbitration Association (JCAA);

• The Netherlands Arbitration Institute (NAI);

• The Korean Commercial Arbitration Board (KCAB);

• Australian Centre for International Commercial Arbitration (ACICA);

• The Philippines Dispute Resolution Centre(PDRCI);

• Hong Kong International Arbitration Centre(HKIAC);

• The Foundation for International Commercial Arbitration dan Alternative Dispute Resolution (SICA-FICA);

• The Singapore Institute of Arbitrators (SIArb);

• Arbitration of Association of Brunei Darussalam (AABD);

• Kuala Lumpur Regional Centre for Arbitration (KLRCA);

• The Belgian Centre for Arbitration and Mediation (CEPANI).

 

Board of Advisors

 

1. Rosan Perkasa Roeslani, MBA, M.A.,
(Chairman of the KADIN Indonesia [Indonesian Chamber of Commerce] – ex officio.

2. Prof. Dr. Mochtar Kusuma Atmadja, S.H., LL.M.

 

3. Prof. Dr. Karl-Heinz Böckstiegel

4. Prof. Dr. Colin Yee Cheng Ong

 

 

Governing Board

 

The GOVERNING BOARD of BANI consists of:

- Chairman : M. Husseyn Umar, S.H., FCB., FCIArb.

- Vice-Chairman : Anangga W. Roosdiono, S.H., LL.M., FCBArb.

Prof. Huala Adolf, S.H., LL.M., Ph.D., FCBArb.

- Secretary General : Dr. N. Krisnawenda, M.Si., M.H., FCBArb.