BANI Arbitration Center

BANI adalah lembaga independen yang memberikan jasa beragam yang berhubungan dengan arbitrase, mediasi dan bentuk-bentuk lain dari penyelesaian sengketa di luar pengadilan. BANI didirikan pada tahun 1977 atas prakarsa tiga pakar hukum terkemuka, yaitu almarhum Prof Soebekti S.H., Almarhum Haryono Tjitrosoebono S.H. dan Almarhum Prof Dr. Priyatna Abdurrasyid, dan dikelola dan diawasi oleh Dewan Pengurus dan Dewan Penasehat yang terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat dan sektor bisnis. BANI berkedudukan di Jakarta dengan perwakilan di beberapa kota besar di Indonesia termasuk Surabaya, Bandung, Pontianak, Denpasar, Palembang, Medan dan Jambi.

Dalam memberikan dukungan kelembagaan yang diperlukan untuk bertindak secara otonomi dan independen dalam penegakan hukum dan keadilan, BANI telah mengembangkan aturan dan tata cara sendiri, termasuk batasan waktu di mana Majelis Arbitrase harus memberikan putusan. Aturan ini dipergunakan dalam arbitrase domestik dan internasional yang dilaksanakan di Indonesia. Pada saat ini BANI memiliki lebih dari 100 arbiter berlatar belakang berbagai profesi, 30% diantaranya adalah asing.

Di Indonesia minat untuk menyelesaikan sengketa melalui arbitrase mulai meningkat sejak diundangkannya Undang-undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa Umum (UU Arbitrase). Perkembangan ini sejalan dengan arah globalisasi, di mana penyelesaian sengketa di luar pengadilan telah menjadi pilihan pelaku bisnis untuk menyelesaikan sengketa bisnis mereka. Selain karakteristik cepat, efisien dan tuntas, arbitrase menganut prinsip win-win solution, dan tidak bertele-tele karena tidak ada lembaga banding dan kasasi. Biaya arbitrase juga lebih terukur, karena prosesnya lebih cepat. Keunggulan lain arbitrase adalah putusannya yang serta merta (final) dan mengikat (binding), selain sifatnya yang rahasia (confidential) di mana proses persidangan dan putusan arbitrase tidak dipublikasikan. Berdasarkan asas timbal balik putusan-putusan arbitrase asing yang melibatkan perusahaan asing dapat dilaksanakan di Indonesia, demikian pula putusan arbitrase Indonesia yang melibatkan perusahaan asing akan dapat dilaksanakan di luar negeri.

 

EVENTS

Public Training: Pemahaman Dasar Arbitrase dan APS

Selasa & Rabu, 23 & 24 Januari 2018 | Institut Arbiter Indonesia (IArbI)

Sejalan dengan perkembangan globalisasi yang melibatkan para pelaku bisnis menjalankan usahanya secara multinasional dan melintas batas (borderless), penyelesaian sengketa melalui arbitrase semakin meningkat. Arbitrase adalah cara penyelesaian sengketa diluar peradilan umum yang didasarkan pada perjanjian arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh para pihak yang bersengketa baik domestik maupun internasional.

more

 

EVENTS

2nd ICC-KLRCA Pre-Moot

Kuala Lumpur, 1 - 4 March 2018

Kuala Lumpur Regional Centre for Arbitration (“KLRCA”) and International Court of Arbitration of the International Chamber of Commerce (“ICC”) are delighted to invite you to participate in the 2nd KLRCA-ICC Pre-Moot for The Willem C. Vis International Commercial Arbitration Moot (“the Pre-Moot”)

more

 

EVENTS

International Seminar: INDONESIA AND THE DEVELOPMENT OF INTERNATIONAL ARBITRATION

BANI 40th Anniversary, Hotel Shangri-La Jakarta, 28 November 2017

In view of the increasing participation of foreign investments in the Indonesian economy and... due to Indonesian participation in ASEAN Economic Community it is indeed important and relevant to accelerate the interest and attention of Indonesia (i.e. the government and the parliament).

more